Desa Lanjuk

Pembelajaran Singkong Gembrot di Yayasan Nurul Hidayah Desa Lanjuk




Sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh pihak kampus tentang tema dari KKN tahun ini adalah tematik, maka salah satu program kerja (PROKER) yang telah disusun salah satunya adalah Pembelajaran. Disini pembelajaran yang akan kami lakukan adalah melakukan pembelajaran di salah satu lembaga pendidikan yang berada disekitar tempat tinggal kami. Hal tersebut kami pilih dengan berbagai pertimbangan, pertama adalah jarak yang harus kami tempuh, dimana di desa ini lembaga pendidikan yang terdekat dengan posko kami adalah SDN 1 lanjuk dan sebuah Yayasan yang bernama Nurul Hidayah. 
Di desa ini lembaga pendidikan menengah terdapat dalam sebuah yayasan dan didesa ini juga yayasan pendidikan hanya terdapat 3 yayasan. Salah satunya adalah Yayasan Nurul Hidayah yang letaknya berada didusun Lanjuk. Namun, setelah mendapatkan kunjungan dari salah seorang warga di sekitar posko kami, beliau menyarankan bahwa lebih baik kami mengajar di yayasan saja karena alasan perizinan. Beliau beranggapan bahwa jika kami mengambil perizinan mengajar untuk sekolah Dasar Negeri, kami akan mengalami kesulitan terlebih karena kebanyakan guru yang ada di Sekolah Dasar Negeri adalah PNS. Sehingga beliau menyarankan di sebuah Yayasan yang letaknya berada didusun Lanjuk, tepatnya ± 3 Km. Awalnya kami merasa ragu karena jaraknya yang jauh dan juga kendala transportasi kendaraan yang kami bawa. Namun, setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi serta beberapa perundingan dengan anggota yang lain, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pembelajaran di MTs Nurul Hidayah. Namun, dalam meminta perizinan kami menemui kendala yaitu kami tidak dapat bertemu dengan kepala sekolah Mts Nurul Hidayah, tetapi kami malah disambut baik oleh kepala sekolah MI yang kebetulan saat itu tengah melangsungkan rapat internal dengan para dewan guru. Kepala sekolah merasa senang dengan kunjungan atau kedatangan para mahasiswa KKN, terlebih karena yayasan tersebut sudah lama tidak kedatangan para mahasiswa atau guru yang sedang melakukan kegiatan PPL atau magang.
Madrasah Ibtidaiyah ini bernama MI Nurul hidayah yang jaraknya ±3 Km dari posko kami. Bapak Hisam adalah kepala sekolah di MI tersebut, beliau dengan tangan terbuka menerima kami, terlebih karena menurut beliau MI tersebut kekurangan guru perempuan sehingga saat beliau tahu jika jumlah anggota kami ada 19 dengan 6 laki-laki dan 13 perempuan beliau berharap agar kami dapat membantu proses pembelajaran disekolah tersebut juga berbagi pengalaman dengan siswa tersebut. Bapak hisam juga memberikan pesan kepada kita agar kami tidak takut atau merasa minder dengan para siswa yang memang secara basicly berasal dari madura sehingga terjadi perbedaan bahasa, beliau juga berpesan kepada kami agar kami tidak terkejut atau merasa kecewa dengan siswa yang memang tidak sama dengan yang ada dikota-kota besar. 



Kami berangkat ke Madrasah tersebut dangan semua persiapan yang telah kami rancang termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media yang akan kami gunakan. Berhubung yang akan kami ajari ini adalah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) maka kami membuat media yang sekiranya tidak akan membuat siswa menjadi bingung. Saat pembelajaran ternyata diluar pemikiran dan apa yang telah kami bayangkan, para siswa lebih memilih untu diberikan permainan dari pada gambar-gambar media. Hal itu menjadi evaluasi bagi tim pengajar dikelompok kami untuk selanjutnya. Akhirnya pada eksekusi berikutnya kami memutuskan untuk menggunakan game yang mengandung pelajaran, awalnya kami  ragu apakah para siswa akan antusias dengan game yang kami bawa atau malah sebaliknya. Dan ternyata para siswa sangat antusias akan hal tersebut, dapat terlihat dengan banyak sekali siswa yang aktif dikegiatan ini walaupun jumlah mereka tidak seperti dikelas-kelas yang ada dikota-kota besar. Jumlah siswa dalam satu kelas tidak lebih dari 10 orang, bahkan dikelas 4 hanya memiliki 5 orang siswa namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah kami untuk mengajar. 

Dari gambar diatas menunjukkan game yang sedang kami lakukan bersama yaitu game cerdas cermat, dimana dalam game ini berhasil mengelompokkan mereka dalam kelompok diskusi yang kemudian melakukan game bersama. Gambar tersebut memperlihatkan situasi saat para siswa dari MI tersebut sedang melakukan pengisian jawaban dalam tabel. Dimana saat itu kebetulan tahun ajaran baru sehingga kami mengajar sesuai dengan bahan ajaryang dimiliki sekolah tersebut, yaitu saat itu adalah bertepatan dengan bab 1 yaitu Ciri Khusus yang Dimiliki Makhluk Hidup. 
Akhirnya kami merasa bahwa dalam mengajar atau mengabdi kepada masyarakat sebaiknya kami tidak memandang dimanakah letak atau bagaimanakah kondisi tempat kami mengabdi, tetapi lihatlah apa yang ada didalamnya, Lihatlah bukan dengan mata, tetapi lihatlah dengan hatimu maka kamu akan merasakan bahwa pengabdian dan pengorbanan yang telah kamu lakukan tidak akan sia-sia dan hal tersebut akan membangkitkan senyum keceriaan di wajah seseorang.


 



Previous
Next Post »